The Noisy Room #2 : How to think critically
Opening
Rabu, 11 Mei 2016
The Noisy Room kedua a.k.a TNR #2 telah dilaksanakan dalam ruang K.110. Pada
kesempatan kali ini, TNR #2 dihadiri oleh 12 Participants! Dengan Mr. Alvian
Atlantico dari Program Studi Geografi (yang juga merupakan delegasi ke
Universität Liepzig 2015) sebagai pembicara dan Preisdent of Club K, Mr. Reza
Nur Effendi Daulay, sebagai moderator, TNR #2 membahas tentang Critical
Thinking
Summary
TNR #2 was full of
English for sure!! Hampir seluruh participants yang hadir turut aktif bertanya
dan berdiskusi dengan bahasa Inggris. It was a real Noisy Room.
Pembicara di TNR
#2 membagikan pengalaman dan pengetahuannya tentang Critical Thinking,
diantaranya :
Critical
thinking means thinking better
Berpikir kritis tidak melulu tentang untuk berpikir
cepat, namun untuk berpikir lebih baik.
2.
How
to think critical?
a)
Ask
basic questions (tanyakanlah hal – hal mendasar)
Ketika
ada yang bertanya pertanyaan yang simple,
jangan ditertawakan. Cobalah pikirkan mengapa mereka menanyakan hal – hal itu.
b) Think
like you are the one who asked the basic questions (Berpikirlah dari sisi orang
yang menanyakan pertanyaan mendasar itu)
c) Surround
yourself with some people who are smarter than you (tempatkan dirimu diantara
orang – orang yang lebih smart* darimu)
*Smarter di sini berarti orang – orang dengan pandangan yang
berbeda denga kita, itu akan memperluas pandangan dan pemikiran kita.
d)
Don’t
be afraid of being failed (Jangan takut untuk gagal)
Kita
tidak akan tahu suatu hasil, apabila kita tidak pernah mencoba.
e)
Plan!
(Berencanalah)
Pikirkan
dan buatlah beberapa langkah ke depan.
Selain menyampaikan materi diatas, Mr. Alvian juga
menceritakan beberapa pengalamannya selama berada di Jerman (Liepzig
Universität). Selain itu ia juga memberikan saran untuk tidak menyembunyikan
apa yang ada di pikiran kita, katakanlah, apapun itu, namun tetap gunakan cara
yang tepat. Jika tidak seperti itu, kita akan kehilangan kesempatan dan
menyesalinya.
Written by : Adinda Fahriya
Edited by : Hakimmatul Fatonah
Comments
Post a Comment